Bahasa Sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah [chapter 1]

(?) Mempermudah menulis :

–          Harus punya referensi data.

–          Tentu harus dibuat kerangka berpikir

–          Tentukan juga konten tiap paragraph

–          Tentukan juga variable yang akan ditulis, baik faktor internal dan faktor eksternal.

–          Yang juga perlu diingat, jangan gunakan kata ganti orang

 

Dalam mengembangkan paragraph, tak lain dan tak bukan, selalu perhatikan 5 W + 1 H

Bahasa Sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah

–          Bahasa : alat mengkomunikasikan pesan

–          Sarana : Alat untuk melakukan sesuatu

–          Komunikasi : proses penyampaian pesan

–          Ilmiah : Segala pengetahuan yang dapat ditangkap oleh panca indera dan dapat dibuktikan kebenarannya secara verbal dan non verbal.

 

Penulisan Karya Ilmah

–          Penulisan : Cara menuangkan ide

–          Karya : berbentuk 4 dimensi, dan dapat bermanfaat

–          Penulisan karya Ilmiah : Cara menuangkan ide/gagasan dalam tulisan menggunakan bahasa ilmiah.

 

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

–          Reproduktif          : selalu berproduksi, diperbaharui

–          Tidak Ambigu

–          Tidak Emotif

–          Bahasa Baku

–          Keilmuan

–          Denotatif               : Lurus, tidak bertele-tele, tegas, arti sebenarnya

–          Rasional                : Masuk akal

–          Kohesi                   : Keterkaitan antara satu hal dengan hal lain.

–          Straight Forward

–          Kalimat Efektif

 

Syarat Karya Ilmiah

–          Komunikatif

–          Bernalar : sebab akibat, ada alur kronologisnya.

–          Ekonomis

–          Memiliki landasan teori kuat

–          Bertanggung Jawab

 

Bahasa Baku

Sifat :

–          Kecendekiaan : Penyusunan kata, kalimat, paragraf menjadi kesatuan yang logis

–          Kemantapan Dinamis

–          Penyeragaman Kaidah : Konsisten , contohnya penggunaan kutipan

 

 

Pertemuan 1 Maret 2011

 

Dalam filsafat ilmu, terdapat 3 komponen yaitu Matematika, Bahasa, dan Statistik. Matematika merupakan penalaran deduktif, logika kuat di teori. Untuk statistik, ia tidak memerlukan banyak teori, karena ia akan menjadi cikal bakal teori baru yang dibuat berdasarkan penelitian di lapangan. Statistik menggunakan penalaran Induktif. Sedangkan bahasa, ada penggunaan emotif (perasaan), afektif (kemauan, keinginan), dan informatif (pengetahuan dari luar).akan tetapi, dalam penulisan karya ilmiah dilarang untuk menggunakan emotif dan afektif, keuali untuk data lapangan seperti wawancara.

 

Saat ingin membuat penelitian, pastikan untuk melihat data di Badan Pusat Statistik terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk melihat penelitian apa saja yang telah dilakukan sebelumnya. Pastikan untuk menghindari sifat subjektif dalam penelitian. Misalnya mengambil tempat penelitian dengan alasan dekat dari rumah.

 

(?)

Bagaimana dengan penulisan judul?

Judul merupakan kata ’PERNYATAAN’. Berbeda dengan perumusan masalah yang menggunakan kata ’PERTANYAAN’

Bagaimana dengan mengambil referensi buku berdasarkan google Books ?

Diperbolehkan, asal menulis sumber dengan jelas. Yang perlu diperhatikan adalah, ketika kesulitan dalam menemukan referensi, disarankan untuk melakukan penelitian Kualitatif. Karena penelitian ini menggunakan Grounded Theory yang pure dilakukan di lapangan.

Posted on 02/03/2011, in BSKI and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: